Blogger Jateng

Nilai Jual Kembali: Apakah Mobil Listrik Mempunyai Nilai Jual?

Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik (EV) yang beredar di jalan raya, salah satu pertanyaan utama yang ditanyakan oleh para calon pemilik mobil adalah apakah mobil-mobil ini memiliki nilai jual? Mobil bensin lebih mudah diprediksi dalam hal depresiasi, tetapi untuk kendaraan listrik, hal ini sedikit lebih tidak pasti. Secara keseluruhan, memiliki pemahaman tentang bagaimana EV terdepresiasi serta faktor-faktor apa saja yang menentukan nilainya dapat membantu konsumen membuat keputusan yang tepat dalam membeli atau menjual kendaraan listrik.

Bagaimana Penyusutan Bekerja

Semua mobil mengalami penyusutan nilai seiring berjalannya waktu, sebuah proses yang disebut penyusutan. Mobil baru mengalami penyusutan nilai rata-rata sekitar 20% pada tahun pertama dan sekitar 60% setelah lima tahun. Akan tetapi, kendaraan listrik secara tradisional kehilangan nilainya lebih cepat daripada mobil bertenaga bensin. Studi industri menunjukkan bahwa kendaraan bertenaga gas kehilangan sekitar 39% nilainya selama tiga tahun pertama, sedangkan kendaraan listrik dapat kehilangan sebanyak 52% selama periode yang sama.

sumber: woodwardfab.com

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Jual Kembali Kendaraan Listrik

Ada beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap nilai jual kembali mobil listrik. Memahami elemen-elemen ini juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mengapa mobil listrik terdepresiasi secara berbeda dan bagaimana beberapa model mempertahankan nilainya lebih baik daripada yang lain.
  1. Teknologi dan Jangkauan Baterai: Baterai adalah aspek terpenting dari kendaraan listrik. Faktor-faktor seperti teknologi baterai yang lebih baik atau jarak tempuh yang lebih jauh tidak banyak berpengaruh pada nilai jual kembali. Mobil listrik yang lebih tua dengan jarak tempuh terbatas (di bawah 100 mil) akan terdepresiasi lebih cepat karena model-model yang lebih baru dengan jarak tempuh lebih dari 300 mil menawarkan performa dan kenyamanan yang lebih baik.
  2. Insentif dan Subsidi: Yang terakhir ini dapat mencakup insentif pemerintah, yang memengaruhi harga awal mobil listrik. Kredit pajak dan potongan harga yang besar mengurangi biaya di muka, tetapi juga dapat menekan nilai jual kembali. Jadi, EV bekas bisa jadi kurang menarik jika ada EV baru yang hadir dengan insentif finansial yang besar, misalnya.
  3. Reputasi Merek dan Popularitas Model: Merek-merek ternama yang dikenal handal dan inovatif cenderung memiliki nilai jual kembali yang lebih baik. Tesla, misalnya, dikenal dengan teknologi canggih dan pengikut yang setia, yang meningkatkan nilai jual kembali mobilnya.  Sebaliknya, merek atau model yang kurang terkenal dengan daya tarik pasar yang terbatas dapat kehilangan nilainya lebih cepat.
  4. Infrastruktur Pengisian Daya: Jumlah dan distribusi stasiun pengisian daya memengaruhi kenyamanan dalam memiliki kendaraan listrik. Area dengan jaringan pengisian daya yang kuat cenderung memiliki permintaan yang lebih baik untuk kendaraan listrik, yang meningkatkan potensi penjualan kembali.
  5. Pembaruan Perangkat Lunak dan Kemajuan Teknologi: Banyak mobil listrik, terutama dari perusahaan berbasis teknologi, sering menerima peningkatan melalui udara yang meningkatkan kinerja dan fungsi. Kendaraan dengan dukungan perangkat lunak yang konsisten biasanya mempertahankan nilainya lebih baik daripada kendaraan dengan teknologi yang ketinggalan zaman.

Kendaraan Listrik dengan Nilai Jual Kembali yang Kuat

Beberapa kendaraan listrik telah menunjukkan nilai jual kembali yang lebih baik daripada yang lain berkat kinerja, kekuatan merek, dan inovasi teknologi. Model seperti Model 3 dan Model Y secara konsisten berada di antara yang tertinggi dalam hal nilai jual kembali. Model lain, seperti Chevrolet Bolt dan Ford Mustang Mach-E, juga berkinerja baik di pasar mobil bekas karena keterjangkauan dan jangkauannya.

Mobil listrik mewah, seperti Porsche Taycan, memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa kendaraan umum karena fitur premium dan prestise mereknya. Di sisi lain, generasi EV yang lebih tua dengan jarak tempuh yang lebih pendek, dan jarak tempuh yang terbatas, seperti Nissan Leaf (model pra-2018), cenderung terdepresiasi lebih cepat karena masa pakai baterai yang lebih pendek.

Tren Masa Depan dalam Nilai Jual Kembali Kendaraan Listrik

Pasar kendaraan listrik berubah dengan cepat dan tren masa depan dapat meningkatkan nilai jual kembali. Peningkatan daya tahan baterai, penerimaan konsumen yang lebih besar, dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang seharusnya dapat menekan tingkat depresiasi.” Membuang ikatan kontrak yang melekat pada mobil-mobil baru dapat mengubah Anda menjadi agen bebas di pasar EV bekas karena pemerintah mendorong elektrifikasi dan menghapuskan mesin pembakaran internal - meningkatkan permintaan EV bekas dan nilai jangka panjangnya.

Faktor penting lainnya adalah munculnya teknologi daur ulang dan perbaikan baterai. Ketika proses ini menjadi lebih hemat biaya, mereka dapat memperpanjang masa pakai kendaraan listrik dan mengurangi kekhawatiran tentang degradasi baterai, sehingga meningkatkan nilai jual kembali.

Kesimpulan

Kendaraan listrik mengalami depresiasi lebih cepat daripada model bensin saat ini, tetapi beberapa faktor menentukan nilai jual kembali. Faktor-faktor seperti teknologi baterai, insentif pemerintah, reputasi merek, dan infrastruktur pengisian daya merupakan kunci untuk mempertahankan nilai jual kendaraan listrik. Konsumen yang sedang mencari kendaraan listrik harus mempertimbangkan faktor-faktor ini dan meneliti masing-masing model untuk membuat keputusan pembelian yang tepat.

Namun, perbedaan tingkat penyusutan antara mobil listrik dan mobil konvensional kemungkinan akan berkurang seiring berjalannya waktu, seiring dengan semakin matangnya teknologi dan semakin banyaknya kendaraan listrik yang beredar. Untuk saat ini, model-model dari merek-merek ternama dengan fitur-fitur canggih dan jarak tempuh yang jauh cenderung memiliki nilai yang paling baik, sehingga menawarkan investasi yang menjanjikan untuk masa depan transportasi kepada konsumen.