Blogger Jateng

Biaya Lingkungan: Biaya Sebenarnya dari Memiliki Mobil Gas vs Mobil Listrik

Migrasi dari mesin pembakaran internal ke penggerak semua listrik telah menjadi pertarungan yang khas dalam perang untuk menyelamatkan dunia. Meskipun EV sering diklaim sebagai pilihan yang lebih bersih daripada kendaraan bertenaga gas konvensional, namun harga lingkungan di dunia nyata dari setiap jenis mobil jauh lebih murah daripada yang terlihat. Mengetahui total emisi dari siklus hidup penuh, ekstraksi sumber daya, dan efek jangka panjang dari kendaraan-kendaraan ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang dampak lingkungannya.

Manufaktur dan Ekstraksi Sumber Daya

Biaya lingkungan dari mobil gas dan kendaraan listrik dimulai jauh sebelum kendaraan tersebut mengaspal. Dibutuhkan sumber daya yang besar untuk memproduksi kendaraan apa pun, tetapi kendaraan listrik memiliki biaya lingkungan yang spesifik yang datang dengan baterai lithium-ion mereka. Ekstraksi tambang mineral tanah jarang seperti litium, kobalt, dan nikel yang diperlukan untuk memproduksi baterai untuk EV melibatkan proses penambangan yang haus energi. Operasi ini dapat mengakibatkan penggundulan hutan, perusakan habitat, dan polusi air.

sumber: evfriendly.ca
Sebaliknya, kendaraan bensin dibuat dengan baja, aluminium, dan plastik yang semuanya juga membutuhkan produksi yang intensif energi. Namun, kerumitan dan besarnya biaya produksi baterai membuat kendaraan listrik lebih boros karbon untuk diproduksi di awal. Penelitian menunjukkan bahwa kendaraan listrik dapat mengeluarkan 1,5 hingga 2 kali lebih banyak karbon dioksida (CO2) selama proses produksi daripada kendaraan bensin.

Emisi Operasional

Proses produksi mobil listrik mungkin menghasilkan lebih banyak emisi di awal, namun fase operasionalnya menunjukkan hal yang berbeda. Kendaraan bertenaga bensin membakar bahan bakar fosil dan melepaskan GRK (gas rumah kaca) termasuk CO2, metana, dan dinitrogen oksida langsung ke atmosfer. Rata-rata kendaraan berbahan bakar gas, misalnya, menghasilkan sekitar 4,6 metrik ton CO2 setiap tahun, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA).

Sebaliknya, mobil listrik tidak memiliki emisi gas buang. Sejujurnya, manfaat lingkungan yang diperoleh dengan mengendarai mobil listrik sangat bergantung pada bagaimana listrik yang digunakan untuk mengisi daya dihasilkan. Di tempat-tempat yang menggunakan batu bara atau gas alam sebagai sumber tenaga utama, dampak karbon dari mengendarai EV bisa menjadi signifikan. Sebaliknya, tempat-tempat yang bauran dayanya berasal dari sumber terbarukan seperti angin, matahari, dan tenaga air mengurangi banyak emisi yang terkait dengan EV. Studi menunjukkan bahwa bahkan di daerah dengan jaringan listrik yang banyak menggunakan bahan bakar fosil, EV masih memiliki emisi seumur hidup yang lebih rendah daripada mobil gas.

Masa Pakai dan Pembuangan Baterai

Umur dan pembuangan baterai merupakan faktor penting lainnya ketika menghitung dampak lingkungan dari kendaraan listrik. Baterai kendaraan listrik umumnya bertahan antara 8 hingga 15 tahun hingga perlu diganti. Pembuangan baterai pada akhir masa pakainya merupakan risiko lingkungan yang serius, karena zat beracun dapat meresap ke dalam tanah dan air.

Tetapi teknologi daur ulang baterai berkembang pesat untuk mengurangi kekhawatiran ini. Program untuk menggunakan kembali baterai EV untuk penyimpanan energi atau memulihkan elemen-elemen berharga mereka untuk digunakan kembali sedang berkembang. Hal ini akan membantu mengurangi dampak lingkungan jangka panjang dari penyebaran EV secara luas.

Tidak seperti kendaraan bensin, yang bergantung pada minyak bumi, sumber daya terbatas yang menuntut ekstraksi dan pemrosesan yang berkelanjutan. Proses ini merupakan tambahan dari biaya energi untuk mengekstraksi dan memproses minyak, yang merusak lingkungan, mengakibatkan tumpahan minyak, polusi udara, dan perusakan habitat. Selain itu, mesin bensin akan rusak seiring berjalannya waktu, yang menyebabkan berkurangnya efisiensi bahan bakar dan peningkatan emisi.

Dampak Lingkungan Jangka Panjang

Jika dilihat dari total siklus hidup kendaraan, EV biasanya memiliki dampak lingkungan yang lebih kecil daripada mobil bensin. Kendaraan listrik (EV) dikaitkan dengan emisi gas rumah kaca siklus hidup sekitar 50% lebih sedikit daripada mobil bertenaga bensin di Amerika Serikat, menurut International Council on Clean Transportation (ICCT). Hal ini akan menjadi aset yang semakin besar seiring dengan meningkatnya penggunaan energi terbarukan.

Manfaat mobil listrik terhadap lingkungan meningkat seiring waktu karena jaringan listrik menjadi lebih bersih dan proses daur ulang baterai menjadi lebih baik. Terobosan teknologi dalam baterai solid-state dan bahan alternatif juga bekerja untuk mengurangi beban lingkungan dari pembuatan mobil listrik.

Sebaliknya, mobil bensin akan mendorong perubahan iklim selama masih menggunakan bahan bakar fosil. Meskipun dianggap lebih hemat energi daripada kendaraan bertenaga gas generasi sebelumnya, mobil bensin tidak akan pernah bisa menjadi kendaraan listrik yang berkelanjutan seperti kendaraan listrik (EV).

Kesimpulan

Biaya lingkungan yang sebenarnya dari mengendarai mobil gas dibandingkan dengan mengendarai mobil listrik lebih dari sekadar emisi dari mengendarai mobil. Mobil listrik lebih banyak menimbulkan kerusakan selama proses produksi, namun mobil listrik dapat mengimbanginya dengan emisi yang jauh lebih rendah selama masa pakainya. Dengan energi bersih dan teknologi daur ulang baterai yang sedang dikembangkan, mobil listrik akan terus mendapatkan keunggulan lingkungan dibandingkan kendaraan bertenaga bensin.

Memilih kendaraan listrik saat ini merupakan investasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkan manfaat lingkungan sepenuhnya, masyarakat harus terus mengembangkan sumber energi yang lebih bersih dan meningkatkan praktik berkelanjutan di seluruh siklus hidup kendaraan. Dengan mengenali cakupan penuh dari biaya lingkungan, konsumen dan pembuat kebijakan dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang mendorong kita menuju masa depan yang lebih bersih dan lebih hijau.