Blogger Jateng

Biaya Asuransi: Perbandingan Mobil Listrik dan Mobil Bertenaga Gas

Seiring dengan semakin populernya kendaraan listrik (EV), banyak pengemudi yang penasaran dengan perbandingan biaya asuransi dengan mobil bertenaga gas. Meskipun kedua jenis kendaraan ini menawarkan keunggulan yang unik, ada perbedaan utama dalam cara perusahaan asuransi menghitung premi untuk masing-masing jenis kendaraan. Memahami perbedaan ini dapat membantu konsumen membuat keputusan yang tepat saat memilih antara kendaraan bertenaga listrik atau gas.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Asuransi

Saat menetapkan premi, perusahaan asuransi mengevaluasi nilai kendaraan dan biaya perbaikannya. Ada beberapa alasan mengapa mobil listrik lebih mahal untuk diasuransikan daripada mobil berbahan bakar gas:

1. Biaya Penggantian Baterai: Baterai adalah salah satu aspek yang paling mahal dari kendaraan listrik, yang secara langsung berdampak pada tarif asuransi EV. Baterai EV biasanya mahal untuk diperbaiki atau diganti, dan kerusakan pada komponen ini dapat sangat meningkatkan biaya klaim. Kendaraan bertenaga gas tidak memiliki biaya unik ini.

sumber: unitechmotor.com
2. Nilai Kendaraan dan Biaya Perbaikan: Karena teknologi canggih dan sistem baterai yang terlibat dalam fungsi mobil listrik, mereka memiliki harga beli yang lebih tinggi. Hal ini dapat membuat perusahaan asuransi menaikkan premi untuk melindungi dari potensi biaya perbaikan atau penggantian. Sebaliknya, mobil bertenaga gas dapat lebih bervariasi dalam hal harga, dan perbaikan sering kali lebih murah karena suku cadangnya lebih mudah didapat, begitu juga dengan keahlian mekanik.

3. Fitur Keselamatan dan Mitigasi Risiko: Mobil listrik sering kali dilengkapi dengan fitur keselamatan terdepan dan fitur lainnya seperti pengereman darurat otomatis dan sistem peringatan keluar jalur. Fitur-fitur tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan, sehingga menghasilkan tarif asuransi yang lebih rendah. Namun, penghematan tersebut dapat diimbangi dengan biaya perbaikan sistem canggih tersebut. Kendaraan bertenaga gas mengejar ketertinggalan dalam beberapa hal, namun secara umum, mereka tidak menawarkan tingkat teknologi yang sama seperti yang ditemukan pada kendaraan listrik.

4. Perilaku dan Penggunaan Pengemudi: Mobil listrik umumnya dikendarai dalam jarak yang lebih pendek secara rata-rata, yang dapat mengurangi risiko kecelakaan. Namun, perusahaan asuransi juga memperhitungkan bahwa pemilik kendaraan listrik sering kali merupakan pengguna awal yang mungkin mengemudi dengan cara yang lebih berisiko. Karena kendaraan bertenaga gas lebih umum digunakan, perusahaan asuransi memiliki basis data riwayat klaim yang lebih besar, yang mengarah pada perkiraan premi yang lebih akurat.

Membandingkan Biaya Premi

Premi asuransi mobil listrik umumnya lebih mahal daripada premi asuransi untuk kendaraan bertenaga gas. Pemilik kendaraan listrik dapat membayar premi tahunan 10% hingga 20% lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin, menurut laporan industri. Sebagai perbandingan, sedan bertenaga gas berukuran sedang mungkin memerlukan biaya asuransi sebesar $1500 per tahun, tetapi untuk mobil listrik yang setara, biayanya bisa berkisar antara $1.650 dan $1.800.

Kendaraan listrik mewah, seperti Tesla, sering kali memiliki tarif asuransi yang lebih tinggi karena biaya perbaikan yang tinggi dan kebutuhan servis khusus. Sebaliknya, mobil listrik yang berfokus pada ekonomi dengan desain yang lebih sederhana mungkin mengalami kenaikan tarif yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil bertenaga gas.

Cara untuk Menghemat Asuransi Kendaraan Listrik

Meskipun premi biasanya lebih tinggi, ada beberapa cara untuk mengurangi biaya asuransi untuk Evs:

  1. Berbelanja di Sekitar: Tarif komersial sangat bervariasi, tergantung pada bagaimana perusahaan menilai risiko mengasuransikan kendaraan listrik, jadi mintalah penawaran harga dari beberapa perusahaan asuransi.
  2. Kebijakan yang Dibundel: Anda dapat menghemat uang dengan menggabungkan asuransi rumah dan mobil Anda dengan penyedia yang sama.
  3. Memanfaatkan Diskon Keselamatan: Diskon sering kali tersedia untuk fitur keselamatan tingkat lanjut, dan pengemudi yang berpartisipasi dalam program mengemudi yang aman.
  4. Asuransi Berbasis Penggunaan: Jika Anda jarang mengendarai mobil listrik, pertimbangkanlah kebijakan bayar per mil.

Tren Masa Depan dalam Asuransi Kendaraan Listrik

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi mobil listrik dan semakin lazimnya penggunaan mobil listrik, tarif asuransi mobil listrik dapat turun. Persaingan yang lebih ketat di antara perusahaan asuransi dan pemahaman yang lebih baik mengenai proses perbaikan mobil listrik dapat menurunkan biaya. Selain itu, penurunan risiko kecelakaan dapat membantu para pemegang polis karena adanya insentif peraturan dan kemajuan keselamatan.

Kesimpulan

Jika Anda membandingkan biaya asuransi dari sisi EV dan tenaga gas, jelas terlihat bahwa model listrik masih lebih mahal.  Namun, kesenjangan ini dapat menyempit seiring dengan perkembangan lanskap otomotif. Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan mobil listrik, memahami faktor-faktor yang mendorong biaya-biaya ini dan menerapkan strategi penghematan uang dapat membantu mengurangi dampak finansial. Apakah Anda memilih kendaraan bertenaga listrik atau gas, pendekatan yang tepat terhadap asuransi dapat menghasilkan pertanggungan yang lebih baik dengan harga yang kompetitif.