Kendaraan listrik (EV) sering dipuji sebagai terobosan dalam memerangi perubahan iklim, tetapi peran mereka dalam masa depan yang berkelanjutan tidak hanya terbatas pada emisi gas rumah kaca. Mobil listrik akan memainkan peran sentral yang terus berkembang dalam membangun ekonomi sirkular, di mana sumber daya digunakan kembali, diperbaharui, dan didaur ulang, dan bukannya dibuang. Dalam artikel ini, kita akan melihat bagaimana mobil listrik membawa kita lebih dekat ke ekonomi sirkular, dengan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat secara keseluruhan.
Ekonomi Linier Tradisional vs Ekonomi Melingkar
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang bagaimana mobil listrik mendukung ekonomi sirkular, berikut adalah perbedaan antara ekonomi linier dan ekonomi sirkular. Ini adalah model linier: pendekatan produksi dan konsumsi klasik ambil, buat, buang. Model ini mengambil bahan mentah, memprosesnya menjadi produk dan kemudian membuangnya ke tempat pembuangan sampah setelah digunakan.
![]() |
sumber: alabama.gov |
Di sisi lain, ekonomi sirkular bertujuan untuk menjaga sumber daya tetap digunakan selama mungkin, untuk mengekstraksi nilai maksimum dan meminimalkan limbah. Hal ini dilakukan melalui penggunaan kembali bahan, produksi ulang produk, dan daur ulang komponen di akhir siklus hidup produk sehingga mengurangi kebutuhan akan sumber daya yang masih baru.
Mobil Listrik: Peningkatan Keberlanjutan
Mobil listrik bukan hanya sebuah alternatif dari kendaraan bertenaga bensin; mobil listrik merupakan komponen penting dalam memajukan ekonomi sirkular. Berikut adalah beberapa cara utama mobil listrik membantu mencapai hal ini:
1. Mengurangi Ekstraksi Sumber Daya
Kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan, salah satu alasannya adalah ketergantungan mereka pada bahan bakar fosil. Ekstraksi, penyulingan, dan pembakaran minyak menyebabkan polusi udara, perubahan iklim, dan degradasi lingkungan. Sebaliknya, EV menggunakan listrik, yang dapat dihasilkan dari sumber energi terbarukan seperti tenaga angin, matahari, dan air. Hal ini mengurangi permintaan bahan bakar fosil dan mengurangi kerusakan ekologis yang terjadi ketika bahan bakar fosil diekstraksi.
Selain itu, mobil listrik biasanya lebih hemat energi daripada kendaraan bertenaga bensin. Kendaraan ini mengubah persentase energi listrik yang lebih tinggi dari jaringan listrik untuk menggerakkan roda, sehingga memanfaatkan sumber daya yang digunakan dalam produksinya dengan lebih baik.
2. Daur Ulang Baterai dan Penggunaan Kedua
Salah satu bagian yang paling berharga dalam transisi menuju ekonomi melingkar adalah baterai pada mobil listrik, khususnya baterai lithium-ion. Meskipun memproduksi baterai ini mahal, dan membutuhkan bahan langka seperti litium, kobalt, dan nikel, peningkatan dalam daur ulang dan penggunaan ulang baterai meminimalkan permintaan akan sumber daya yang baru ditambang.
Daur ulang baterai EV memulihkan “logam” berharga dalam baterai untuk digunakan pada baterai baru daripada harus menambang bahannya. Mereka juga mencari aplikasi baterai “masa pakai kedua”, di mana baterai EV bekas dapat digunakan kembali untuk aplikasi yang tidak terlalu menuntut, seperti penyimpanan energi untuk rumah atau sistem jaringan. Hal ini meningkatkan masa pakai baterai dan meminimalkan limbah dengan menjaga sumber daya tersebut tetap beredar lebih lama.
3. Praktik Manufaktur yang Berkelanjutan
Produsen kendaraan listrik mulai menerapkan keberlanjutan dalam lini produksi mereka. Sebagai contoh, salah satu produsen mobil listrik terbesar di dunia, Tesla, telah berjanji untuk menggunakan bahan yang berkelanjutan dalam mobil mereka dan pabrik tanpa limbah. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi jejak karbon dari proses pabrik, menggunakan tenaga terbarukan dan mengurangi limbah. Selain itu, para produsen mobil berupaya membuat seluruh siklus hidup kendaraan mereka lebih berkelanjutan, mulai dari mendesain kendaraan agar mudah dibongkar hingga memastikan bahwa komponen yang sudah habis masa pakainya dapat didaur ulang secara efisien.
4. Merancang untuk Daya Tahan dan Penggunaan Ulang
Produk yang dirancang untuk daya tahan dan dapat digunakan kembali memberdayakan ekonomi sirkular untuk berkembang. Dengan pemikiran tersebut, banyak produsen mobil listrik berkonsentrasi untuk membuat kendaraan yang lebih tahan lama, lebih mudah diperbaiki, dan memiliki suku cadang yang dapat digunakan kembali atau diurai dan didaur ulang. Desain modular di segmen seperti EV memungkinkan beberapa komponen lebih mudah ditukar atau diperbaharui, alih-alih berakhir di tempat sampah. Pendekatan ini membantu memperpanjang usia kendaraan, mengurangi limbah, dan meminimalkan dampak lingkungan yang terkait dengan produksi mobil baru.
Tantangan dan Jalan ke Depan
Ada beberapa tantangan ke depan, meskipun mobil listrik merupakan langkah besar menuju ekonomi sirkular. Pertama, kita masih harus menghadapi ekstraksi bahan mentah untuk pembangkit listrik baterai, yang telah terbukti menjadi beban lingkungan dan etika yang terkait dengan tambang kobalt, dan mineral tanah jarang lainnya. Selain itu, infrastruktur daur ulang dan penggunaan ulang untuk baterai EV masih dalam pengembangan, dan belum semua wilayah mampu melakukan daur ulang baterai dalam skala besar.
Namun demikian, hambatan untuk mengembangkan ekonomi sirkular yang sesungguhnya di industri otomotif akan menurun seiring dengan peningkatan teknologi dan pemerintah menerapkan peraturan untuk mempercepat daur ulang. Kebijakan seperti tanggung jawab produsen yang diperluas (extended producer responsibility/EPR), yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas pembuangan dan daur ulang produk mereka, dapat menciptakan insentif bagi produsen untuk merancang kendaraan dengan mempertimbangkan pembuangan akhir masa pakai.
Kesimpulan
Mobil listrik tidak hanya merupakan alternatif yang bertanggung jawab secara ekologis dari kendaraan tradisional, tetapi juga merupakan langkah penting menuju ekonomi sirkular. Mobil listrik membuka jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dengan mengurangi ekstraksi sumber daya dan memungkinkan daur ulang dan penggunaan ulang baterai, mempromosikan praktik manufaktur yang berkelanjutan, dan mendorong desain kendaraan yang tahan lama dan dapat digunakan kembali. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi ini dan meningkatnya infrastruktur, mobil listrik akan memainkan peran yang lebih besar dalam menciptakan ekonomi sirkular yang layak yang bermanfaat bagi manusia dan planet ini.
Kembali ke>>>> Manfaat Lingkungan dari Beralih ke Mobil Listrik