Blogger Jateng

Ilmu Pengetahuan di Balik Baterai Lithium-Ion

Baterai lithium-ion (Li-ion) adalah komponen penting dalam teknologi modern, yang memberi daya pada segala hal mulai dari ponsel cerdas dan laptop hingga kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi terbarukan. Penggunaannya yang luas disebabkan oleh kepadatan energinya yang tinggi, masa pakai yang panjang, dan desain yang ringan. Memahami ilmu pengetahuan di balik baterai lithium-ion mengungkapkan mengapa baterai ini menjadi solusi penyimpanan energi yang disukai dalam berbagai aplikasi.

Cara Kerja Baterai Lithium-Ion

Pada intinya, baterai lithium-ion terdiri dari tiga elemen dasar: anoda (elektroda negatif), katoda (elektroda positif), dan elektrolit. Dalam prosesnya, elektron bergerak di sepanjang sirkuit dan menghasilkan daya listrik, saat ion lithium menyeberang dari anoda ke katoda menggunakan elektrolit. Ketika mengisi daya, proses ini dibalik dan ion lithium kembali ke anoda.

sumber: kadant.com
Grafit biasanya digunakan untuk membuat anoda, dan katoda adalah senyawa berbasis litium seperti litium kobalt oksida (LiCoO2), litium besi fosfat (LiFePO4), atau litium nikel mangan kobalt oksida (NMC). Garam litium yang dilarutkan dalam pelarut organik berfungsi sebagai elektrolit yang memungkinkan pengangkutan ion litium antara anoda dan katoda.

Peran Elektrokimia

Cara kerja baterai lithium-ion didasarkan pada reaksi elektrokimia. Selama pengosongan, elektron yang dilepaskan oleh atom litium di anoda membuat atom litium menjadi ion litium yang bermuatan positif. Ion-ion tersebut bergerak melalui elektrolit ke katoda, mengambil elektron, dan menjadi bagian dari bahan katoda. Pergerakan elektron melalui sirkuit eksternal ini menciptakan energi listrik yang menggerakkan perangkat.

Ketika baterai diisi ulang, sumber daya eksternal memberikan tegangan yang lebih besar daripada output baterai, mendorong ion lithium kembali ke anoda. Proses elektrokimia yang dapat dibalik ini memungkinkan baterai lithium-ion untuk diisi ulang ratusan atau bahkan ribuan kali tanpa degradasi yang signifikan.

Kepadatan dan Efisiensi Energi

Baterai lithium ion dikenal dengan kepadatan energinya yang tinggi (kemampuan untuk menyimpan banyak energi dalam ukuran yang kecil). Hal ini karena lithium adalah logam kation 1+ yang paling ringan dan memiliki potensi elektrokimia tertinggi dari semua logam. Ini berarti bahwa baterai lithium-ion dapat memberikan kepadatan energi yang lebih tinggi daripada jenis teknologi baterai isi ulang lainnya, seperti nikel-kadmium (NiCd) atau nikel-logam hidrida (NiMH).

Seiring dengan kandungan energinya, baterai lithium-ion juga efisien. Kehilangan energi selama proses pengisian daya hanya beberapa persen dari total pengisian energi, sehingga biasanya memiliki efisiensi pengisian/pengosongan sebesar 90-95%. Efisiensi ini meningkatkan masa pakai dan kinerja baterai. 

Kemajuan dalam Teknologi Lithium-Ion

Sejak saat itu, baterai ini telah menunjukkan performa dan keamanan yang luar biasa, tetapi masih terus ditingkatkan: Bahan katoda baru (litium-sulfur [Li-S], desain solid-state, dll.) dapat meningkatkan densitas energi dan biaya yang lebih rendah. Baterai solid-state, khususnya, mengganti elektrolit cair dengan bahan padat, memungkinkan kepadatan dan keamanan energi yang lebih tinggi dengan meminimalkan pelarian panas dan risiko kebakaran.

Bidang penelitian lain bertujuan untuk memperpanjang masa pakai baterai. Para ilmuwan sedang mengembangkan lapisan elektroda baru dan meningkatkan sistem manajemen baterai (BMS) sehingga kehilangan kapasitas dapat dikurangi dan jumlah siklus pengisian daya sebelum degradasi baterai dapat ditingkatkan.

Pertimbangan Keamanan

Baterai lithium-ion juga memiliki banyak aspek positif, tetapi bukan berarti tanpa risiko. Jika rusak, kelebihan daya atau terkena suhu ekstrem, baterai lithium-ion dapat memasuki kondisi yang dikenal sebagai pelarian termal, yaitu reaksi berantai yang menyebabkan baterai terlalu panas dan pada akhirnya dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Produsen juga melacak kinerja selama pengoperasian, memberikan perlindungan jika terjadi situasi berbahaya seperti ventilasi tekanan, pemutusan termal, untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh kondisi berbahaya.

Penggunaan dan penanganan yang tepat juga penting untuk menjaga keamanan baterai. Pengguna harus menghindari menusuk atau mengekspos baterai ke panas yang tinggi dan menggunakan pengisi daya bersertifikat untuk mencegah pengisian daya yang berlebihan.

Prospek Masa Depan

Dengan meningkatnya permintaan daya portabel, teknologi baterai lithium-ion telah menjadi yang terdepan dalam penelitian ilmiah. Teknologi baru, seperti baterai solid-state, anoda logam-lithium, dan proses daur ulang yang berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kinerja sekaligus mengurangi jejak lingkungan.

Kesimpulan

Baterai lithium-ion merupakan pencapaian yang luar biasa dalam elektrokimia modern. Kemampuannya untuk menyediakan daya yang andal dan berenergi tinggi dalam bentuk yang ringkas telah mengubah cara kita hidup dan bekerja. Seiring dengan kemajuan teknologi, penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan dalam baterai lithium-ion akan sangat penting untuk memberi daya di masa depan.