Blogger Jateng

Driving Range dan Infrastruktur Pengisian Daya

Seiring dengan semakin populernya kendaraan listrik (EV), dua faktor paling penting yang memengaruhi adopsi konsumen adalah jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya. Aspek-aspek ini sangat penting dalam menangani kepraktisan dan kenyamanan EV dibandingkan dengan kendaraan mesin pembakaran internal (ICE) tradisional. Memahami bagaimana driving range dan jaringan pengisian daya berkembang sangat penting bagi calon pembeli, pemangku kepentingan industri, dan pembuat kebijakan.

Memahami Jangkauan Berkendara dalam Kendaraan Listrik

Jarak tempuh adalah jarak tempuh yang dapat ditempuh oleh mobil listrik dengan satu set pengisi daya baterai. Metrik ini sangat penting, karena ini diterjemahkan secara langsung ke bagaimana pengemudi melihat kepraktisan EV untuk segala hal, mulai dari perjalanan sehari-hari hingga perjalanan jauh. Model listrik awal, misalnya, terbatas pada jarak tempuh di bawah 100 mil. Tetapi kendaraan listrik yang lebih baru telah berkembang pesat, dengan banyak kendaraan listrik yang kini dapat menempuh jarak lebih dari 300 mil dengan sekali pengisian daya penuh.

sumber: autopi.io
Keuntungan tersebut telah didorong oleh inovasi teknologi dalam kimia baterai, terutama lithium-ion dan baterai solid-state. Kapasitas baterai, berdasarkan kilowatt-jam (kWh), merupakan faktor jangkauan utama. Baterai berkapasitas lebih tinggi memungkinkan kendaraan untuk melaju lebih jauh, tetapi kinerja dunia nyata juga bervariasi dengan gaya mengemudi, medan, cuaca, dan berat kendaraan.

Produsen menggelontorkan dana besar dalam penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan jangkauan dan menekan biaya. Sebagai contoh, Tesla, Lucid Motors, dan produsen mobil terbaik lainnya membuat mobil dengan jarak tempuh lebih dari 400 mil. Kemajuan ini meredakan “kecemasan jarak tempuh,” ketakutan akan habisnya kapasitas baterai sebelum tiba di stasiun pengisian daya, yang terus menjadi perhatian utama bagi banyak konsumen.

Pentingnya Infrastruktur Pengisian Daya

Jarak tempuh mengemudi sangat penting, tetapi begitu juga jaringan pengisian daya yang ditawarkan dan kemudahan untuk mengaksesnya. Hal ini berfungsi karena jaringan pengisian daya mendukung pemilik mobil listrik untuk mengisi daya mobil mereka di rumah, di tempat kerja, dan di jalanan, sehingga memberikan mobilitas yang berkelanjutan. Ada tiga tingkat pengisian daya yang utama:
  • Pengisian Daya Level 1: Tingkat pengisian daya paling lambat, menggunakan stopkontak rumah tangga standar (120V). Ini menambah jarak tempuh sekitar 2-5 mil per jam dan cocok untuk pengisian daya semalam.
  • Pengisian Daya Level 2: Lebih cepat dari Level 1, pengisian daya ini menggunakan stopkontak 240V dan dapat menambah jarak tempuh 20-60 mil per jam. Biasanya ditemukan di lingkungan perumahan, tempat kerja, dan publik.
  • Pengisian Daya Cepat DC (Level 3): Ini memberikan waktu pengisian ulang tercepat, yang mampu menambah hingga 80% kapasitas baterai dalam 20-45 menit. Ini sangat ideal untuk pemberhentian di jalan raya dan perjalanan jarak jauh.
Pemerintah dan bisnis swasta di seluruh dunia juga memprioritaskan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya. Itulah mengapa program seperti rencana Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional (NEVI) dari Pemerintah Federal AS dirancang untuk menempatkan ribuan pengisi daya cepat di koridor utama antarnegara bagian. Demikian juga, Uni Eropa memperbarui Peraturan Infrastruktur Bahan Bakar Alternatif untuk menyediakan akses pengisian daya berkecepatan tinggi di mana-mana.

Tantangan dan Peluang

Meskipun pertumbuhan yang signifikan telah terjadi, banyak tantangan yang masih dihadapi. Stasiun pengisian daya di daerah pedesaan dan daerah yang kurang terlayani masih belum mencukupi, sehingga menyulitkan penduduk dan pengunjung. Pengisi daya dan sistem pembayaran mungkin berbeda dari satu sistem ke sistem lainnya, menyebabkan kebingungan bagi pengguna. Menyelesaikan masalah ini akan membutuhkan kerja sama dari produsen mobil, perusahaan utilitas, dan politisi.

Baik pengisian daya nirkabel maupun teknologi vehicle-to-grid (V2G) adalah inovasi yang menarik. Tanpa memerlukan koneksi fisik, pengisian daya nirkabel juga sangat meningkatkan kenyamanan pengguna. Teknologi Vehicle-to-Grid, atau V2G, memungkinkan EV untuk mengirim kelebihan listrik kembali ke jaringan listrik, meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi. 

Jalan di Depan

Seiring dengan adopsi EV yang terus berkembang, ekspansi ganda ini akan menjadi kunci untuk membuat kendaraan listrik dapat diterima oleh masyarakat luas. Baterai akan terus menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu, dan ada kemungkinan bahwa jarak tempuh lebih dari 500 mil akan menjadi hal yang biasa, sehingga mengurangi sebagian besar kekhawatiran seputar jarak tempuh. Pada saat yang sama, investasi dalam jaringan pengisian daya yang cepat dan sangat cepat akan mempersingkat waktu pengisian daya dan meningkatkan akses ke stasiun pengisian daya.

Kesimpulan

Kolaborasi antara pemerintah, pemimpin industri, dan konsumen sangat penting untuk mengatasi hambatan dan memastikan transisi yang mulus ke mobilitas listrik. Dengan inovasi dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan, kendaraan listrik akan memainkan peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan membentuk masa depan transportasi yang berkelanjutan.