Ketika industri otomotif mengalami transformasi yang signifikan, perdebatan antara mobil listrik (EV) dan kendaraan bensin terus meningkat. Konsumen semakin khawatir tentang implikasi keuangan dari memilih salah satu di antara keduanya. Untuk membuat keputusan yang tepat, penting untuk menganalisis biaya yang terkait dengan mobil listrik dan kendaraan bertenaga bensin tradisional.
1. Biaya di Muka
Salah satu perbedaan yang paling jelas antara kendaraan listrik dan bensin adalah harga di muka. Kendaraan listrik cenderung lebih mahal untuk diproduksi karena baterai secara historis mahal untuk diproduksi. Laporan industri menambahkan bahwa kendaraan listrik rata-rata berharga $40.000 hingga $60.000 untuk model baru pada tahun 2024; harga mobil bensin turun rata-rata $25.000 hingga $45.000 (dengan pengecualian pada kedua rentang harga tergantung model).
![]() |
sumber: dreamstime.com |
Namun, perbedaan harga tersebut dapat diimbangi sebagian besar karena insentif pemerintah dan kredit pajak. Sebagian besar negara memberikan potongan harga dan insentif untuk pembelian kendaraan listrik - mulai dari $2.500 hingga $7.500 atau lebih. Lihat program-program penuh bahan bakar fosil teknologi yang lebih bersih dan pada akhirnya untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan yang penuh dengan harapan bahan bakar fosil.
2. Biaya Bahan Bakar dan Energi
Bisa dibilang salah satu fitur yang paling menarik dari mobil listrik [selain ramah lingkungan] adalah fakta bahwa mobil listrik memiliki energi yang lebih murah daripada bensin. Biaya rata-rata sekitar $0,03 hingga $0,05 per mil untuk menyalakan mobil listrik, sementara kendaraan bertenaga bensin membutuhkan biaya $0,10 hingga $0,15 per mil, tergantung harga bahan bakar. Harga bensin berfluktuasi naik dan turun hingga tahun 2024, dan harga listrik cenderung lebih stabil.
Dan pemilik kendaraan listrik juga memiliki kesempatan untuk mengisi daya kendaraan mereka di rumah, memanfaatkan tarif listrik di luar jam sibuk untuk menekan biaya lebih jauh lagi. Stasiun pengisian daya cepat umum cenderung lebih mahal tetapi, secara umum, masih lebih murah secara keseluruhan daripada mengisi bahan bakar dengan bensin. Pemilik kendaraan listrik dapat menghemat ribuan biaya energi dalam jangka waktu lima tahun.
3. Perawatan dan Perbaikan
Mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen dibandingkan kendaraan bensin, yang berarti Anda dapat mengharapkan biaya perawatan yang lebih rendah. Di sisi lain, mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli, perbaikan sistem pembuangan, perawatan transmisi, dll. Departemen Energi AS menyatakan bahwa biaya perawatan kendaraan listrik sekitar 40% lebih rendah daripada biaya kendaraan bensin.
Penggantian baterai masih menjadi masalah besar bagi calon pembeli kendaraan listrik. Sebagian besar kendaraan listrik baterai memiliki baterai dengan masa garansi 8 hingga 10 tahun, tetapi mengganti baterai tersebut membutuhkan biaya mulai dari $ 5.000 hingga $ 15.000 atau lebih. Untungnya, teknologi baterai terus berkembang sepanjang waktu yang berarti biaya menurun, dan sebagian besar pengemudi EV tidak perlu membayar untuk penggantian baterai dalam dekade pertama kepemilikan.
4. Penyusutan dan Nilai Jual Kembali
Penyusutan adalah elemen penting lainnya dalam perbandingan kendaraan listrik vs bensin dalam hal biaya. Kendaraan listrik secara tradisional terdepresiasi lebih cepat karena kekhawatiran akan masa pakai baterai dan permintaan di pasar mobil bekas yang tidak terlalu tinggi. Namun karena kendaraan listrik telah menjadi arus utama dan teknologi baterai telah meningkat, nilai jual kembali menjadi stabil.
Kendaraan bensin, meskipun juga mengalami depresiasi, cenderung mempertahankan nilai yang lebih dapat diprediksi. Kendaraan bensin dengan jarak tempuh yang tinggi biasanya lebih cepat kehilangan nilainya, sementara kendaraan listrik dengan sistem baterai yang canggih dan teknologi yang diperbarui dapat memiliki harga jual kembali yang lebih baik.
5. Proyeksi Biaya Jangka Panjang
Kendaraan listrik dalam jangka panjang menawarkan alasan kuat untuk penghematan biaya. Meskipun biaya di muka mungkin lebih besar, tagihan energi yang lebih rendah, pengurangan biaya perawatan, dan kredit pajak dapat menyeimbangkan pengeluaran awal. Menurut penelitian terbaru, total biaya kepemilikan kendaraan listrik selama 10 tahun adalah sekitar $6.000 hingga $10.000 lebih rendah daripada kendaraan bensin yang sebanding.
Dengan peningkatan yang berkelanjutan dalam teknologi baterai dan perluasan infrastruktur pengisian daya, manfaat biaya kendaraan listrik akan terus meluas. Dan dengan adanya inisiatif internasional untuk membatasi dampak perubahan iklim, potensi peraturan di masa depan dan kenaikan harga bahan bakar dapat membuat kendaraan bertenaga gas menjadi kurang menarik.
Kesimpulan
Pro dan kontra sudah jelas ketika membandingkan mobil listrik dengan kendaraan bensin dalam hal biaya. Kendaraan listrik membutuhkan investasi awal yang lebih besar, namun dapat menghemat banyak energi, dukungan, dan biaya kepemilikan jangka panjang. Di sisi lain, kendaraan bensin lebih murah untuk dibeli di awal, ditambah lagi ada lebih banyak pilihan untuk mengisi bahan bakar dengan cepat.
Pada akhirnya, keputusan tergantung pada kebiasaan mengemudi individu, akses ke infrastruktur pengisian daya, dan pertimbangan keuangan jangka panjang. Seiring dengan kemajuan teknologi dan kebijakan yang berkembang, kendaraan listrik menjadi alternatif yang semakin menarik dan hemat biaya dibandingkan dengan mobil bertenaga bensin.
Kembali ke>>>> Pro dan Kontra Memiliki Mobil Listrik